loader

Menteri Keuangan Myanmar Mengundurkan Diri karena Dugaan Korupsi

Menteri Keuangan Myanmar Mengundurkan Diri karena Dugaan Korupsi
Ilustrasi korupsi. (Foto: Shutterstock)Politisi Myanmar Kyaw Win mundur dari jabatan Menteri Keuangan yang disandangnya dalam dua tahun terakhir. Pengunduran diri yang dilakukannya itu bertepatan dengan skandal korupsi yang tengah dia hadapi. Mundurnya Kyaw Win dari kabinet pemerintahan diungkapkan Presiden Win Myint melalui akun Facebooknya. "Kyaw Win diizinkan untuk mengundurkan diri," tulis Presiden Win Myint, Jumat (22/5). Diberitakan Reuteurs, hingga saat ini belum ada konfirmasi lebih lanjut dari kantor kepresidenan terkait pernyataan singkat Presiden Win tersebut. Kantor kepresidenan juga enggan mengomentari mundurnya Kyaw Win dari kabinet. Awal bulan ini, media lokal setempat melaporkan bahwa Komisi Anti-Korupsi Myanmar telah menggeledah rumah Kyaw Win. Dalam berita yang diturunkan, disebutkan bahwa penggeledahan tersebut merupakan tahap akhir dari penyelidikan yang tengah dilakukan. Dalam laporan yang diturunkan Eleven Myanmar, diketahui bahwa Komisi Anti-Korupsi mulai menyelidiki Kyaw Win pada pada minggu kedua bulan Mei. Kepala komunikasi dan informasi Komisi Anti-Korupsi Han Nyunt mengatakan, pihaknya akan segera membeberkan hasil dari penyelidikan secepat mungkin.

Sementara itu, Ketua Komisi Anti-Korupsi Aung Kyi menyebut bahwa penyelidikan yang dilakukan akan segera dilaporkan ke Presiden dan Parlemen. Pernyataan Aung Kyi itu diucapkan selang dua hari sebelum pengunduran diri Kyaw Win. “Komisi menerima pengaduan pada 3 Mei dan membentuk tim investigasi pada 7 Mei. Kami terus menyelidiki berbagai saksi dan dokumen. Pekerjaan kami hampir selesai. Komisi akan bekerja dan menyerahkan laporannya kepada Presiden dan juru bicara dari Parlemen Union, Majelis Rendah dan Majelis Tinggi secepat mungkin,” ucap Aung Ky, Rabu (23/5).Ini bukan kali pertama Kyaw Win menjadi sorotan di mata publik Myanmar. Pada masa awal penunjukkannya sebagai menteri, Kyaw Win sempat tersandung skandal pemalsuan ijazah PhD. Kala itu, Kyaw Win mengaku meraih gelar doktor dari Brooklyn Park University di Amerika Serikat. Namun nyatanya gelar tersebut tak pernah ada, pihak kampus pun sudah membantah pernah meluluskan Kyaw Win.

Komentar

lebih banyak berita utama di kami Pos terkait

Internasional
News
News
News
News
News
News
News
News