loader

[img]https://sgimage.detik.net.id/community/media/visual/2017/05/02/96afd752-3a87-4cb3-8a95-b5506b6da3c9_169.jpg?w=780&q=90[/img]
Anies Baswedan di Pasar Pramuka. (Noval/detikcom)
Jakarta - Cagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyebut pemerintah harus selalu memikirkan pendidikan meski ada atau tidaknya hari pendidikan. Bagi masyarakat, hari pendidikan adalah refleksi tahunan.

"Pemerintah punya tanggung jawabnya sendiri (soal pendidikan). Kalau pemerintah itu, ada hari pendidikan dan tidak harus selalu memikirkan soal pendidikan. Bagi kita, masyarakat umum, kenapa ada hari pendidikan, sebetulnya untuk menjadi pengingat saja setiap tahun, bahwa kita seperti ini karena dibantu pendidikan, dan kesempatan bagi kita untuk mengembalikan pada dunia pendidikan," ujar Anies di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (2/5/2017).

Jika telah dilantik menjadi Gubernur DKI, Anies bersama wakilnya, Sandiaga Salahuddin Uno, akan menjadikan pendidikan sebagai prioritas di DKI. Hal ini telah menjadi janji kampanyenya selama turun menyapa warga.

"Kita ingin pendidikan di Jakarta menjadi pendidikan yang bermutu dan tuntas bagi semua. Akses bagi semua itu dibuat baik. Nah tentu PR itu harus dituntaskan dalam bentuk program dan bentuk ukuran-ukuran yang nanti akan kita siapkan sebelum Oktober," kata Anies.

Anies akan resmi memimpin Ibu Kota pada Oktober mendatang. Pihaknya memiliki waktu sekitar 6 bulan untuk menyiapkan berbagai program kerja, salah satunya pendidikan.

"Kita akan fokus pada mutu guru, mutu kepala sekolah, mutu fasilitas, sarana-prasarana, harapan itu akan bisa meningkatkan pendidikan di Jakarta," ujar mantan Mendikbud itu.

Anies juga akan membuat target untuk meningkatkan pendidikan di Ibu Kota. "Nanti kita buat targetnya secara bertahap, dan kita ingin bisa menjangkau yang sudah telanjur putus juga. Karena kenyataannya sudah telanjur putus. Kalau sudah telanjur putus, jangan sampai dibuang, atau didiamkan, tapi justru malah dilibatkan," tuturnya.
Ajak Semua Pihak Terlibat Tingkatkan Mutu Pendidikan

Anies mengajak semua pihak ikut merayakan kemajuan pendidikan di Hari Pendidikan Nasional hari ini. Hal itu dilakukan untuk bertanya kepada diri sendiri, apa kontribusi yang diberikan kepada dunia pendidikan.

"Hari Pendidikan Nasional adalah kesempatan bagi kita untuk merayakan kemajuan pendidikan, merayakan hasil pendidikan, sekaligus menanyakan apa yang kami bisa kontribusikan untuk pendidikan," kata Anies

Karena pendidikan, Anies mencontohkan, masyarakat dapat membaca dan lebih maju kesejahteraannya. "Kita semua yang membaca berita online, yang menonton berita televisi, yang membaca berita di mana-mana, kemampuan kita membaca itu karena dididik oleh guru. Kemampuan kita menulis itu karena dididik oleh guru dan orang tua kita," ujarnya.

Untuk itu, Hardiknas hendaknya menjadi refleksi bagi tiap orang untuk bertanya kepada diri sendiri, apa yang sudah diberikan kepada dunia pendidikan. Mantan Mendikbud itu mengajak untuk mengembalikan apa yang sudah didapatkan dari dunia pendidikan.
"Istilahnya memang kita kembalikan apa yang sudah kita dapat, jadi bukan apa yang kita sumbangkan. Kalau sumbangkan itu seakan kita belum dapat apa-apa, kita berikan apa yang sudah kita dapatkan dari pendidikan," ujarnya.

"Saya mengajak kepada semua di Hari Pendidikan ini untuk merefleksikan apa yang sudah kita berikan, apa yang sudah kita kembalikan. Kalau belum, mari kita berbuat sesuatu untuk pendidikan. Dan kontribusi terbesar untuk kita memberi kontribusi kepada dunia pendidikan adalah dengan kehadiran, keterlibatan," tuturnya.

Cara untuk terlibat dalam dunia pendidikan adalah mendatangi sekolah tempat menimba ilmu. "Sesekali datangi guru yang pernah mengajar kita, lalu tanyakan apa yang bisa kita bantu untuk mereka, ya sekolah kita guru kita. Kalau itu kita lakukan sama-sama, maka insyaallah percepatan peningkatan mutu pendidikan kita insyaallah bisa terbantu," ucapnya.
(nvl/idh)

Komentar

lebih banyak berita utama di kami Pos terkait

News
News
News
News
News
Videos
News
News
News

Tulisan Terbaru

kamu akan suka