loader

Kapal Bermuatan Bahan Peledak 63,8 Ton Ditangkap di Bali

Kapal Bermuatan Bahan Peledak 63,8 Ton Ditangkap di Bali
Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Kapal kayu dari Malaysia ditangkap patroli Bea-Cukai di perairan Bali pada Minggu (14/5/2017) malam. Kapal itu bermuatan bahan peledak amonium nitrat sebanyak 63,8 ton.

"Telah diamankan kapal kayu bermuatan amonium nitrat. Bahan baku peledak itu seberat 63,8 ton dengan rincian 2.552 karung seberat masing-masing 25 kg," kata Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga Ditjen Bea-Cukai Robert Leonard Marbun di Denpasar, Bali, Senin (15/5).

Awak kapal dan nakhoda berinisial JDN tidak bisa menunjukkan dokumen sah dan manifes terkait dengan muatan amonium nitrat tersebut. Kepada petugas, nakhoda mengaku hendak berlabuh ke Maluku Tenggara.

"Diketahui kapal tersebut berlayar dari Tanjung Belungkor, Malaysia, dengan tujuan Maluku Tenggara. Mereka juga tidak dapat menunjukkan manifes saat diperiksa Tim Patroli Jaring Wallace Bea-Cukai," ujar Robert.

Peredaran amonium nitrat diatur melalui peraturan Menteri Perdagangan. Karena itu, nakhoda dan para awak kapalnya dikenai Pasal 102 UU No 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.

"Jika barang tersebut diimpor dan tidak tercantum dalam manifes, maka akan diproses secara hukum, karena dianggap melakukan penyelundupan," ucap Robert.
Nilai amonium nitrat itu diperkirakan mencapai Rp 8,2 miliar, sehingga masuknya barang tersebut secara ilegal dinilai merugikan secara imateriil. Masuknya amonium nitrat secara ilegal juga berpotensi merusak terumbu karang jika digunakan untuk bom ikan.
(vid/rvk)

Komentar

lebih banyak berita utama di kami Pos terkait

News
News
News
News
News
News
News
News
News