loader

Kisah Betawi Bukan Anak Haram

Kisah Betawi Bukan Anak Haram
Lebaran Betawi di Setu Babakan. (Edo/detikcom)
Jakarta - Ondel-ondel, bir pletok, dan Rumah Kebaya telah menjadi identitas suku Betawi. Kini, dengan diterbitkan Pergub dan Perda DKI Jakarta, Betawi sah diakui sebagai suku.

Pada tahun ini, Pemprov DKI Jakarta memusatkan perayaan Lebaran ke-10 Betawi di Setu Babakan, kawasan Srengseng, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Acara ini berlangsung selama tiga hari, dari 28 sampai 30 Juli 2017.
Baca juga: Antusias Warga Rayakan Lebaran Betawi di Setu Babakan
Lebaran Betawi kali ini menyuguhkan berbagai seni dan adatnya, seperti batik, ondel-ondel, hingga baju tradisional. Ada juga sajian kuliner, seperti bir pletok, kerak telor, dan dodol.

"Betawi bukan anak haram secara budaya karena saya lihat dari legalitas dan Betawi sudah diakui keberadaannya. Betawi adalah suku diakui Jakarta dan inti masyarakat Jakarta," ujar Sekjen Bamus Betawi Zamakh Sari di lokasi, Sabtu (29/7/2017).
Baca juga: Djarot Ingin Lebaran Betawi Digelar di Setu Babakan Tiap Tahun
Zamakh menuturkan Betawi kerap disebut anak haram lantaran keberadaannya tidak diakui secara legal. Status itu perlahan terhapus setelah Pemprov DKI Jakarta membuat Pergub dan Perda tentang Pelestarian Kebudayaan Jakarta.

"Dengan lahir Perda 4/2014 tentang Pelestarian Budaya Betawi, yang diatur Pergub Nomor 229 tentang Penyelenggaraan Pelestarian Kebudayaan Betawi dan Pergub Nomor 11 tahun 2017 tentang Ikon Budaya Betawi, kini (Betawi) bukan anak haram secara budaya," ucapnya.

Dalam perkembangannya, Zamakh menambahkan ikon Betawi akan dimodifikasi agar lebih cantik sehingga masyarakat Jakarta dapat mengenal Betawi lebih dalam. "Ikon Betawi ada 8, beberapa di antaranya ondel-ondel, yang nanti dimodifikasi menjadi lebih cantik dan lebih manis. Kemudian kembang kelapa, baju sadariah, dan batik Betawi itu juga ikon," tuturnya.

Zamakh mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan pengusaha hotel di Jakarta untuk mengenalkan sajian kuliner khas Betawi.
"Nantinya kerak telor dan bir pletok jadi welcome drink. Bamus sudah kerja sama dengan pengusaha hotel di Jakarta," ucapnya.
(edo/aan)

Komentar

lebih banyak berita utama di kami Pos terkait

News
News
News
News
News
News
News
News
News

Tulisan Terbaru

kamu akan suka