loader

Di Simposium KAHMI, Anies: Guru Kita Tak Kalah di Mata Dunia

Di Simposium KAHMI, Anies: Guru Kita Tak Kalah di Mata Dunia
Anies di simposium guru besar KAHMI. (Adit/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkesempatan menutup simposium Guru Besar Alumni Himpunan Mahasiswa Islam-KAHMI. Anies mengatakan para guru besar HMI dapat menjadi garda terdepan Indonesia di kalangan internasional.
"Saya mengapresiasi simposium yang dibuat para guru besar HMI. Indonesia pemain dunia dan dalam konteks itu para guru besar ini tidak kalah jauh, malah di atas rata-rata dunia sehingga mampu menjadi garda terdepan Indonesia di kancah Internasional," kata Anies di gedung Nusantara V, kompleks DPR, Jakarta, Rabu (15/11/2017).
Baca juga: Bertemu Guru Besar KAHMI, JK Bicara Implementasi Ilmu Pengetahuan
Baca juga: KAHMI Gelar Doa Bersama Lafran Pane Jadi Pahlawan Nasional
Menurutnya, dari segi intelektual, guru Indonesia tak kalah dari negara lain. Bahkan banyak tokoh bangsa guru besar negeri ini yang telah dipandang di kancah internasional.
"Tradisi intelektual kita tidak kalah dengan negara lain. KH Agus Salim bisa menguasai 12 bahasa, bahkan kosakata bahasa Arabnya lebih baik dari ahli sastra Arab, Sukarno menguasai tujuh bahasa, dan masih banyak tokoh dan guru besar lainnya," jelas Anies.
Menurut Anies, seorang guru tidak boleh menjadi tamu di negerinya sendiri, melainkan harus menjadi tuan rumah bagi bangsanya. Bagi Anies, pertanyaan terbesar adalah peran guru dalam memajukan bangsa ini.
"Hari ini pertanyaan terbesar kita adalah bukan 'who get what and how get much', tapi ketika kita katakan memihak bangsa sendiri maka akan muncul seluruh aspek yang membangun bangsa ini. Persis seperti apa yang dikatakan Haji Agus Salim 100 tahun lalu, guru adalah tokoh untuk membangun negeri," papar Anies.
Dalam kesempatan itu, ibunda Anies, Aliyah Rasyid, turut hadir dalam simposium itu. Bagi Anies, kehadiran ibunya di Jakarta sangat spesial. Sang ibu lebih sering mengikuti kegiatan simposium di Yogyakarta.
"Mohon izin, para guru besar senior, saya harus lancang melangkahi karena memang tugasnya (menutup acara). Ibu juga, maaf saya yang menutup, ya Bu," tutur Anies.
"Ini juga kami anak-anaknya punya alasan kuat untuk membawa ke Jakarta. Ibu langsung khusus ke sini. Karena dalam praktiknya di Jakarta tidak banyak simposium seperti ini," tutup Anies.
(adf/rvk)
kahmi
anies baswedan

Komentar

lebih banyak berita utama di kami Pos terkait

News
News
News
News
News
News
News
News
News

Tulisan Terbaru

kamu akan suka