loader

Bantuan Makanan Terus Mengalir untuk Korban Gizi Buruk di Asmat

Bantuan Makanan Terus Mengalir untuk Korban Gizi Buruk di Asmat
Foto: Bantuan untuk Asmat. (Saiman/detikcom).
Merauke -
Pasien Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan Gizi buruk beserta keluarganya di Agat, Kabupaten Asmat, Papua, terus mendapat bantuan. Seperti hari ini, bantuan 100 ton beras datang dari lembaga kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Selain beras, bahan makanan lainnya yang diberikan ACT adalah susu formula bayi, biskuit, vitamin untuk anak-anak, air mineral, serta pakaian untuk balita.

Bantuan yang diperuntukkan bagi warga dan anak-anak penderita Campak dan Gizi buruk itu diangkut dengan menggunakan kapal milik Bulog KLM Anugerah Jaya, melalui pelabuhan kayu Pintu Air, Merauke Papua, Sabtu (3/2/2018).
Baca juga: Buka Akses ke Asmat, Jokowi Bangun 2 Ruas Jalan Trans Papua
Bantuan yang dikirim merupakan bentuk keprihatinan ACT atas musibah KLB Campak dan Gizi buruk yang menimpa anak-anak di Asmat. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban keluarga dan penderita Campak dan Gizi Buruk, yang mencuat sejak pertengahan September 2017 lalu dan telah menyebabkan 71 anak meninggal dunia itu.

Presiden ACT, Ahyudin menjelaskan mengapa memilih Merauke sebagai tempat pemberangkatan bahan-bahan bantuan untuk ke Asmat. Itu dikarenakan Merauke adalah lumbung padinya Papua.

"Papua ini salah satu daerah penghasil beras di Indonesia, negeri yang kaya alamnya. Tapi mengapa gizi buruk masih terjadi? ACT sedih dengan hal ini. Kita harus serius untuk Papua," kata Ahyudin dalam sambutannya saat pelepasan kapal kemanusiaan, Sabtu (3/2/2018).
Bantuan Makanan Terus Mengalir untuk Korban Gizi Buruk di Asmat
Foto: Bantuan untuk Asmat. (Saiman/detikcom).
Tak hanya 100 ton beras dan bahan manakan tambahan, ACT juga telah mengirim tim medis sejak tiga pekan lalu. Bahkan dijadwalkan ACT masih akan mengirim tim medis tambahan ke Asmat.

"Ini merupakan bentuk simpati masyarakat Indonesia melalui ACT. Kami ingin sekali bantuan ini cepat sampai ke Asmat, sebelumnya kami juga telah mengirim tim medis 3 pekan lalu, cukup sekali ini Papua mengalami KLB seperti ini," harapnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bulog Divre Merauke, Yudi Wijaya mengucapkan terimakasih kepada ACT atas tawaran kerja sama menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Asmat.
Baca juga: Cegah Gizi Buruk Terulang, Mensos akan Relokasi Warga Asmat
"Target pemerintah, Merauke menduduki peringkat dua Nasional sebagai penghasil beras," sebut Yudi dalam kesempatan yang sama.

Acara ini sendiri dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Ahyudin, Yudi Wijaya, manager operasional Pelindo IV, Silas Warfandu dan Kepala KP3 Laut, Horas Nababan.
Bantuan Makanan Terus Mengalir untuk Korban Gizi Buruk di Asmat
Foto: Bantuan untuk Asmat. (Saiman/detikcom).
Usai kegiatan seremonial tersebut, puluhan relawan ACT melanjutkan aksi loading beras dari truk ke dalam kapal kayu berkapasitas 120 ton. Menurut GM Komunikasi Lukman Azis Kurniawan, kapal diperkirakan akan tiba di Agats dalam tiga sampai empat hari.

"Tergantung cuaca. Kami perkirakan hari Rabu (7/2) sudah merapat di Agats," tutur Lukman.
(elz/elz)
asmat
gizi buruk
campak asmat
gizi buruk di papua

Komentar

lebih banyak berita utama di kami Pos terkait

News
News
News
News
News
News
News
News
News