loader

Melihat Produksi Kue Keranjang Banjir Pesanan Jelang Imlek di Kudus

Melihat Produksi Kue Keranjang Banjir Pesanan Jelang Imlek di Kudus
Pengrajin kue keranjang di Kudus. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus -
Pengrajin kue keranjang di Kudus, banjir pesanan, seiring kian dekatnya perayaan Imlek 2569. Saking membludaknya orderan kue itu, pengrajin rela memaksimalkan tenaga karyawannya.

Melani (39), pemilik toko roti Panjunan Kudus mengatakan, jelang perayaan Imlek seperti sekarang, pihaknya kebanjiran permintaan kue keranjang. Karyawan yang ada di tokonya, pun harus bekerja lembur.

"Tiga karyawan kerja lembur. Beberapa kali mereka harus kerja sampai malam. Karena permintaan kue keranjang tinggi," kata Melani ditemui di tokonya Jalan Wahid Hasyim, nomor 40, Kudus, Selasa (13/2/2018).

Pihaknya tidak menambah karyawan, hanya memaksimalkan yang ada. Bahkan, pihaknya juga menyediakan 6 tungku khusus hanya untuk memenuhi permintaan kue keranjang. Dirinya mengatakan, pesanan kue keranjang berasal dari kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, Rembang, Pati dan Jepara.
Sementara untuk pasar lokal Kudus, konsumen lebih banyak datang ke gerainya. Tokonya menyatu dengan tempat pembuatannya yang terletak di bagian belakang.
Ia menjelaskan, dalam sehari membutuhkan dua kuintal bahan mentah, terdiri dari tepung ketan dan gula pasir.
"Untuk harganya, per biji ukuran seperempat kilogram harganya Rp 9.000. Sementara untuk kemasan setengah kilogram harganya Rp 18.000," bebernya.

Sedangkan di varian rasa, tersedia 4 pilihan yakni vanili, coklat, pandan dan prambors. "Kalau untuk warga Tionghoa yang masih asli, saat sembahyang di kelenteng, nantinya kue keranjang akan dibawa dan didoakan setelahnya baru akan dibagi-bagikan," jelasnya.

Trisnawati, ibu mertua Melani menambahkan, biasanya pembuatan kue keranjang akan ramai sampai dua minggu setelah Imlek.

Usaha pembuatan kue keranjang ini merupakan warisan dari mertuanya, Lauw Trien Nyio. Hingga kini usaha tersebut sudah berjalan 10 tahun.
(sip/sip)
kudus
kue keranjang
imlek 2018
birojatengdiy

Komentar

lebih banyak berita utama di kami Pos terkait

News
News
News
News
News
News
News
News
News