loader

Kemenhub: Pembatasan Angkutan Barang Masuk Tol Mulai Sore Ini

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Hindro Surahmat mengatakan, pembatasan angkutan berat diputuskan ditambah. “Pembatasan angkutan berat, kita rencanakan H-3, tapi karena ada suasana libur panjang," kata Hindro di Bandung, Kamis, 7 Juni 2018.

Hindro mengatakan titik kritis mobilitas itu terjadi dimungkinkan mulai hari ini, Jumat, tanggal 8 (Juni). "Tanggal 8, 9, 10 itu punya potensi titik macet yang tinggi,” ia melanjutkan.

Menurut Hindro, untuk mengantisipasi hal tersebut Menteri Perhubungan mengirim Surat Edaran pada seluruh pengusaha angkutan yang isinya menghimbau agar truk angkutan barang tidak masuk jalan Tol Cikampek dan jalan tol Jakarta-Merak. “Dari pukul 18.00 (Jumat, 8 Juni 2018), sampai dengan tanggal 9 Juni 2018 pukul 24.00, diimbau tidak masuk jalan tol itu dulu,” kata dia.

Hindro mengatakan, truk angkutan barang masih boleh melintas memanfaatkan jalur arteri nasional, atau jalur lama di luar dua jalan tol tersebut. “Angkutan barang tidak dulu melintasi di jalur-jalur padat terutama di jalan tol Jakarta-Cikampek itu, Jakarta ke Merak, diharapkan tidak masuk ke lintasan itu dulu. Untuk jalan nasional masih dimungkinkan,” kata dia.

Menurut Hindro, Surat Edaran itu sengaja membatasai hanya sampai tanggal 9 Juni 2018 dengan alasan, pada 10 Juni 2018 arus kendaraan sudah mulai menyusut. “Diperkirakan tanggal 10 Juni sudah mulai menyusut. Kita juga harus mempertimbangkan aspek produksi dari perdagangan, karena ini kan juga bisa terganggu kalau terlalu lama,” kata dia.


Kemenhub: Pembatasan Angkutan Barang Masuk Tol Mulai Sore Ini

© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO
foto

Hindro mengatakan, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34/2018 yang mengatur pembatasan angkutan berat masih berlaku. Peraturan Menteri ini mengatur pembatasan operasional truk angkutan barang mulai 12 Juni 2018 pukul 00.00 WIB hingga 14 Juni 2018 pukul 24.00 WIB.

Jawa Barat mengambil sikap berbeda. Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, dinasnya sudah mengirim surat edaran meminta pembatasan angkutan barang dilakukan sejak H-7 sampai H+7. “Sejak besok (8 Juni 2018) jam 00.00 WIB kita lakukan penghentian sementara untuk tidak melakuan pergerakan sampai nanti H+7,” kata dia di Bandung, Kamis, 7 Juni 2018.

Dedi mengatakan, keputusan itu diambil setelah terbitnya Surat Edaran Menteri Perhubungan yang menghimbau agar angkutan barang tidak melewati jalan tol Jakarta-Cikampek dan Jakarta-Merak. “Gak kosisten. Sudah ada Peraturan Menteri, sekarang bikin Surat Edaran lagi. Sudah saja kita hentikan sejak H-7 sampai H+7 di Jawa Barat,” kata dia.

Dedi mengatakan, himbauan dalam Surat Edaran yang membatasi angkutan barang tidak melntas jalan tol akan membebani jalan arteri nasional. “Tetap saja masuk tidak masuk jalantol nantinya akan masuk ke jalan non tol, kan jaringan jalan itu satu sistem. Gak bisa melarang di jalan tol, tapi nanti macet di jalan non tol. Sama saja,” kata dia.

Pengecualian masih diberikan pada angkutan barang tertentu. Diantarnaya angkutan bahan makanan pokok, angkutan ternak, gasn dan Bahan Bakar Minyak, serta antaran pos. “Itu masih diperkenankan,” kata Dedi.

Dedi mengatakan, mengantisipasi pelarangan itu akan disediakan kantung parkir untuk menampung angkutan barang yang sudah kadung melintas. “Kita siapkan kantung-kantung parkir di utara, di tengah, dan di selatan. Cukup untuk menampung apabila terjadi situasional macet. Kita pindahkan,” kata dia.

Dedi mengatakan, diperkirakan pergerakan angkutan mudik Lebaran sudah mulai terjadi sejak besok, Jumat, 8 Juni 2018. “Puncak mudik diperkirakan tanggal 12-13 Juni 2018, tapi kelihatannya besok sudah mulai ada pergerakan,” kata dia.

Baca berita tentang Kemenhub lainnya di Tempo.co.

Komentar

lebih banyak berita utama di kami Pos terkait

News
News
News
News
News
News
News
News
News

Tulisan Terbaru

kamu akan suka