loader

Pangeran Arab Saudi Ingin Jadi Raja Industri Teknologi Dunia

Pangeran Arab Saudi Ingin Jadi Raja Industri Teknologi Dunia

Ilustrasi komputer (pixabay.com)

Ambisi MBS untuk mendirikan "Silicon Valley di Timur Tengah" ternyata menghadapi kendala di bidang Sumber Daya Manusia.


Hattan Saaty, mantan penasihat Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi, menyebutkan adanya kelemahan di sistem edukasi dan kurangnya perusahaan TI (teknologi informasi) di Arab Saudi dapat mempersulit menemukan tenaga ahli.


"Menemukan pekerja dengan keahlian akan menjadi sebuah tantangan tersendiri," ucapnya.


Saaty turut menyebut pihak pemerintah Saudi sudah sadar akan hal-hal tersebut, dan inisitiaif-inisiatif penting telah diterapkan pada pendidikan, kota-kota pintar, dan keamanan siber. 

2 dari 3 halaman
Pangeran yang Suka Reformasi

Presiden AS, Donald Trump berjabat tangan dengan Putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman di Gedung Putih, Selasa (20/3). Kunjungan ini sebagai bagian dari perjalanan ke Amerika di ketegangan antara Arab Saudi dan Iran. (AP Photo/Evan Vucci)

MBS memang dipandang oleh media dunia sebagai sosok reforman yang progresif. Hal tersebut tercermin dari berbagai perubahan-perubahan yang dengan cepat muncul di Saudi.


Contohnya, sekarang perempuan sudah boleh mengemudi, padahal sebelumnya mereka kerap ditilang polisi. Bioskop juga akhirnya dibuka oleh negara tersebut pada April lalu.


MBS menjadi putra mahkota takhta Saudi setelah Raja Salman mencopot keponakannya, yaitu Muhammad bin Nayef Al Saud dari posisi penerus takhta.


Berbeda dengan kerajaan Inggris yang mengunggulkan anak tertua sebagai penerus takhta, MBS sebetulnya adalah putra keenam.


Kakaknya, Faisal, merupakan gubernur Madinah, sementara kakaknya yang lain, Sultan, adalah seorang pilot yang pernah terbang ke luar angkasa.


(Tom/Jek)


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Bioskop Arab Saudi kembali menayangkan film Hollywood setelah 35 tahun. Film Black Panther menjadi film Hollywood pertama yang ditonton warga Arab Saudi.

Komentar

lebih banyak berita utama di kami Pos terkait

News
News
News
News
News
News
News
News
News

Tulisan Terbaru

kamu akan suka